Mi Instan dan Pendaki yang Sulit Dilepaskan

Menurut data dari World Instant Noodles Association (WINA) konsumsi mi instan di Indonesia mencapai 14,8 miliar bungkus pada tahun 2016. Angka tersebut menjadikan Indonesia penikmat mi instan terbesar kedua setelah Cina. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sangat menggemari mi instan. Tak terkecuali para pendaki gunung.

Jika kita melakukan pembedahan pada setiap pendaki gunung, dapat dipastikan di setiap ransel mereka dapat ditemui mi instan. Mi instan dianggap makanan yang tidak merepotkan, cepat saji, ringan beban, dan enak. Hal itulah yang membuat banyak pendaki gunung menjadikan mi instan sebagai menu makanan mereka. Namun apakah hal itu sudah tepat? Mari kita bandingkan kandungan kalori dan nilai gizi mi instan dan kebutuhan kalori saat mendaki.

mi instan

Foto: ( yukepo.com )

Kalori Mi Instan

Kalori menjadi poin utama saat kita melihat kandungan gizi pada makanan, karena kalori merupakan sumber energi untuk bergerak dan metabolisme.

Kandungan kalori pada satu bungkus mi instan umumnya mencapai 320-460 kkal. Sedangkan kandungan gizi lainnya di antaranya karbohidrat 66 gram, protein 7-9 gram, natrium 900 gram, dan kini mi sudah dilengkapi dengan vitamin.

Selagi mi instan sudah mendapat cap aman dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mi instan aman untuk dikonsumsi. Namun tetap jangan berlebihan, apalagi menjadikan mi instan sebagai makanan utama. Mi instan, bagaimanapun, dibuat sebagai makanan pengganti atau cadangan.

mi instan

Kebutuhan Kalori Pendaki

Manusia membutuhkan kalori harian 1800-2500 kkal, namun untuk kegiatan berat seperti mendaki tentunya kebutuhan kalori meningkat. Setiap orang memiliki kebutuhan kalori yang berbeda.

Kita bisa menghitug kebutuhan kalori sehari-hari maupun saat mendaki dengan rumus Basal Metabolic Rate (BMR). Secara singkat, rumusnya berupa berat badan dikali 24 kalori ditambah kelipatan BMR.

Aktivitas sangat ringan (tidur, menonton, menulis, dst): BMR+30%

Aktivitas ringan (menyapu, mencuci piring, memasak, dst): BMR+50%

Aktivitas sedang (mencangkul, memahat, dst): BMR+75%

Aktivitas berat (menebang pohon secara manual): BMR+100%

Aktivitas berat sekali (mendaki gunung, menarik gerobak, dst): BMR+120%

Misal:

Berat badan 60 kg. Maka, 60 x 24 = 1440 kkal

1440 kkal x 120% = 1800 kkal.

Total: 1440 + 1800 = 3240 kkal.

Maka seorang pendaki membutuhkan kalori sebanyak 3240 kkal.

mi instan

Angka yang tinggi tersebut tidak dapat dipenuhi hanya dengan satu bungkus mi instan. Maka sebaiknya makanlah makanan pokok seperti nasi dengan jumlah yang tepat untuk memenuhi kalori sehingga tidak mudah lelah saat mendaki. Variasikan dengan makanan lain seperti ikan, sayuran dan buah-buahan yang memiliki banyak gizi.

Jadikanlah mi instan sebagai makanan cadangan jika sewaktu-waktu kehabisan makanan sementara pendakian belum selesai. Bisa juga menjadikannya sebagai makanan sementara atau makanan hiburan, yakni menu penghilang kebosanan saat malam hari berkumpul di depan api unggun.[]

GET THE BEST DEALS IN YOUR INBOX

Don't worry we don't spam

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0